Comfort Zone is Kampret Zone

"Comfort Zone atau Zona Nyaman, masihkah ada yang bertahan disituasi ini?"

Menurut gue, senyaman-nyamannya zona nyaman ada kalanya bikin kita gak nyaman. Pernah gak sih, kita ngerasa nyaman disituasi dimana kita nggak mau keluar dari comfort zone kita? Kalo kita nurutin kemauan badan kita yang mager, pasti kita akan kebawa sama si comfort zone ini. Dan jelas, kondisi kayak gini tuh gak menguntungkan.

Comfort Zone is Kampret Zone

Zona nyaman tuh.. Kayak kita lagi makan ice cream, tapi gak abis-abis. Enak sih, apalagi dinikmatin pas tengah hari bolong. Tapi kalo gak abis-abis? Apa nikmat? Senikmat-nikmatnya ice cream kalo dimakan terus-menerus pasti ada risikonya juga. Ya entah sakit gigi, batuk-batuk, diabetes, gagal move on. Loh, kok gagal move on? *abaikan*

Comfort zone membuat kita gak tertantang untuk melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang kita bisa lakukan dengan potensi yang kita miliki. Ibaratnya, kita tuh udah ngerasa puas sama apa yang kita miliki sekarang dan hanya bisa menikmati yang sudah ada. Sehingga kita seperti gak punya kuasa untuk mendorong kita agar jauh lebih baik lagi. Padahal, kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang kita miliki sekarang kalo kita mau keluar dari si comfort zone ini.

Ada disituasi kayak gini tuh gak enak banget. Contoh kecil kayak kita lagi tidur siang. Senyaman-nyamannya tidur siang, kalo sampe berjam-jam dan lama banget pasti bakalan gak nyaman juga. Dan bahkan bisa sampe pusing, belum lagi ada yang salah bantal dll. Padahal, kalo kita mau melakukan sesuatu tanpa kita harus tidur siang, kita bisa mendapatkan sesuatu yang lain. Yang pasti bukan salah bantal.


"Terus, gimana dong caranya keluar dari kampret zone?"

Comfort Zone is Kampret Zone

Tantanglah diri kita untuk perubahan yang besar, seperti perubahan hidup, kayak mengganti karir atau pekerjaan, mulai hidup mandiri tanpa membebani yang lain, menikah dsb. Terlalu sulit? Oke, kita mulai dari hal yang kecil kayak mengganti trend rambut, pergi ke tempat yang belum pernah disinggahi sebelumnya, atau mungkin move on dari mantan pacar?

Yap, udahlah. Mulailah untuk move on dan tinggalkanlah kegalauan-kegalauan yang singgah di hatimu. Cobalah keluar dari kampret zone yang satu ini. Gak selamanya kamu akan nyaman dengan keadaan ini. Karna senyaman-nyamannya kamu ada di galau zone, maka akan sangat sulit rasanya untuk move on dari hari ke harinya. Oke, gue gak mau bahas panjang lebar tentang ini dan yang pasti. udahlah. It's time to move on :D

Seperti yang Mario Teguh bilang: "Keluarlah dari zona nyamanmu jika itu membuatmu terpuruk".

12 Komentar

yap, harus berani keluar dari kampret zone

Reply

Iya, bener banget. Gue sernig tidur siang dan sering nyesel juga. Waktu jadi cepet abis. :|

Reply

Iya sob. Harus berani bergerak biarpun badan berkata tidak ;)

Reply

kalau gua sih lebih cocok gini "cobalah hal-hal baru."
supaya gak terlalu menjadi suatu rutinitas yang menjadikan kita jenuh.

kalau ada waktu, main ke blog gua juga ya

Reply

Iya sob, maksud dari zona nyaman ini kan karna kita terbiasa sama rutinitas yg gitu-gitu aja. Keluar dari zona nyaman artinya kita berani untuk mencoba hal-hal baru itu tadi :)

Okee sob.

Reply

Yup, kalo gak nyaman sama zona yang dibilang "nyaman" mending keluar ajah, hehe Nice post bro..
izin follow blognya yaa bro supaya tau updatan selanjutnya.. kalo bisa follow back yaa. ditunggu loh :D

Reply

Tengkyu sob hehe..
Udah di follow ya :D

Reply

bener banget nih, nggak akan ada peningkatan kalau cuman diem di zona nyaman :)

Reply

SETUJU banget sama postingan yang satu ini.. lebih bagus lagi kalo kita bisa membuat banyak zona nyaman buat orang lain. Insyaallah rezeki pasti melimpah ruah. :)

Reply

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca. Jika berkenan, silahkan berkomentar! Komentar apapun dipersilahkan, asalkan tidak ada link aktif dan unsur SPAM.